17 Mar 2023

Solusi Buat Kamu 'Si Mager Nugas'

Hallo, Pagaria!

Kebiasaan menunda pekerjaan pasti masih sering kita lakukan. Kerap kali kita rasakan timbulnya rasa jenuh, lelah, dan tidak mood yang berujung untuk menunda pekerjaan lalu beralih ke pekerjaan yang kita rasa lebih menyenangkan dan mudah. Namun, setelah itu kita terbayang-bayang dengan tugas yang kita tunda tadi, dan kita mulai merasa cemas hingga sulit berkonsentrasi. Nah, perilaku seperti itu disebut dengan prokrastinasi. Ingin mengetahui lebih jauh mengenai prokrastinasi, bagaimana dampak dan solusinya? Yuk, baca sampai akhir!


    Prokrastinasi merupakan perilaku menunda tugas atau serangkaian tugas, fenomena seperti ini dapat dijumpai di berbagai bidang mulai dari kesehatan, keluarga, akademik maupun pekerjaan. Menurut (Suhadianto & Nindia Pratitis) perilaku menunda menyelesaikan tugas-tugas penting dengan mengalihkan ke tugas-tugas yang lebih menyenangkan atau sering disebut dengan prokrastinasi. Selain itu menurut (Steel & Klingsieck, 2016), tidak semua perilaku menunda dapat dikatakan sebagai prokrastinasi. Berdasar pada beberapa definisi prokrastinasi yang ada, dapat disimpulkan bahwa prokrastinasi adalah perilaku menunda dalam memulai atau menyelesaikan suatu tugas yang dilakukan dengan sengaja dan tidak rasional serta memiliki dampak negatif kepada pelaku.


    Perilaku menunda-nunda tugas atau prokrastinasi ini paling sering kita jumpai di bidang pendidikan, dalam bidang pendidikan perilaku ini disebut prokrastinasi akademik. Prokrastinasi akademik merupakan salah satu masalah terbesar dalam dunia pendidikan. Saat ini prokrastinasi akademik merupakan penyakit modern. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa sekitar 70% mahasiswa di Perguruan Tinggi cenderung melakukan penundaan secara teratur (Klingsieck, 2013). Penelitian lainnya menyebutkan sebanyak 80% mahasiswa di Perguruan Tinggi telah melakukan prokrastinasi akademik (Steel & Ferrari, 2013). Para pelaku prokrastinasi disebut dengan prokrastinator, beberapa faktor seseorang menjadi prokrastinator :

  1. Menurut pandangan teori Reinforcement menyatakan bahwa prokrastinator tidak pernah atau jarang menerima hukuman. Bahkan seorang pelaku prokrastinator merasa diuntungkan karena dengan menunda pengerjaan suatu tugas pada akhirnya selesai juga.

  2. Moody, moody merupakan salah satu faktor penentu prokrastinasi akademik terhadap prestasi belajar . Hal ini sesuai dengan pendapat yang dikemukakan oleh Gufron (2011) seseorang yang berkarakter moody merupakan orang yang hampir sering menunda pekerjaan.

  3. Terdapat hubungan negatif yang signifikan antara self-efficacy dan prokrastinasi akademik. Artinya ketika self-efficacy seseorang rendah maka tingkat prokrastinasi akademiknya cenderung tinggi.

  4. Pengelolaan waktu yang kurang efektif. Menurut Srijanti (2007:35) hubungan antara tujuan, prioritas tugas, dan pendelegasian tugas memiliki kaitan yang erat dari sebuah faktor mengapa seseorang tidak dapat mengelola waktu secara efektif. Oleh karena itu, Pagaria jangan lupa nih untuk belajar bagaimana cara mengelola kegiatan dengan baik. 

  5. Reward, reward sangat erat kaitannya dengan prokrastinasi. Kenapa nih kira-kira Pagaria? Karena dengan adanya reward, seseorang akan lebih cenderung melihat reward tersebut dalam mengerjakan sesuatu dan mereka akan lebih memilih untuk mengerjakan tugas yang memiliki reward lebih tinggi dibandingkan lainnya. Akhirnya, orang tersebut akan menunda pengerjaan tugas yang memiliki reward lebih rendah. Sehingga, faktor tersebut merupakan salah satu faktor yang meningkatkan prokrastinasi pada mahasiswa. 


Pagaria mungkin bingung nih gimana cara untuk menghentikan prokrastinasi ini? Nah, sekarang kami akan memberikan solusi kepada kalian nih tentang tips untuk mengatasi timbulnya perilaku prokrastinasi. Jadi dari solusi ini, Pagaria dapat mempertimbangkan nih untuk diimplementasikan pada kehidupan sehari-hari :

    1. Memvisualisasikan kemajuan. Artinya, buatlah timeline jangka pendek dan panjang dari seluruh kegiatan yang akan kita lakukan. Sehingga, hal tersebut dapat menjadi acuan agar Pagaria dapat berproses dengan efektif dan efisien.

    2. Mengoptimalkan potensi sukses. Disini, Pagaria harus mencoba keluar dari zona nyaman nih. Dengan ini, Pagaria akan memberikan sedikit kejutan dengan mendorong diri sendiri berada di luar zona nyaman. Tujuannya adalah untuk mendorong sikap inovatif dan kreatif dalam diri sendiri.

    3. Menetapkan deadline. Kira-kira apa ya alasannya, kenapa deadline ini penting? Jadi, dengan menetapkan batas waktu. Hal ini dapat mendorong Pagaria untuk mengambil tindakan pada waktu yang tepat dan akibatnya kalian akan mampu mengurangi kemungkinan penundaan pengerjaan tugas.

    4. MULTITASKING = NO, artinya lebih baik jangan bertindak untuk menjadi mutitasking person. Menurut Naili Raudiatus Zahra, multitasking dapat menyebabkan berbagai macam efek negatif, dimulai dari menghambat fungsi dan kinerja otak, menurunkan tingkat konsentrasi, hingga dapat menyebabkan penurunan IQ pada otak. 


    Nah, setelah membaca penjelasan di atas tentunya kalian jadi lebih paham dong tentang apa itu prokrastinasi. Prokrastinasi ini jika dibiarkan akan menimbulkan efek negatif teman-teman, karena kita jadi tidak produktif dan potensi untuk kehilangan fokus juga menjadi besar. Oleh karena itu, yuk kita mulai manajemen waktu sebaik-baiknya!


Penulis : Aprilia Pramudita dan Dimas Galih Saputra



Add Comments


EmoticonEmoticon