![]() |
| Create by : @Tim Content Writer PagarRaya'6 |
Bullying atau Perundungan adalah tindakan yang dilakukan oleh seseorang atau kelompok
kepada orang lain dengan menggunakan kekuasaan yang dapat menyakiti orang lain. Apapun
bentuknya, bullying bisa memberikan dampak negatif pada kesehatan dan perkembangan anak.
Sekolah menjadi salah satu tempat terbanyak ditemukannya tindakan bullying. Karena disana
terdapat berbagai macam karakter orang, mulai dari yang lemah, hingga yang merasa paling
berkuasa.
Hukum dalam Bullying atau penganiayaan ringan bisa dijerat Pasal 351 KUHP, dengan
ancaman maksimal 2 tahun 8 bulan pidana penjara. Lalu, kalau bullying tersebut berbentuk
pengeroyokan dapat dikenai Pasal 170 KUHP, dengan ancaman hukuman hingga 5 tahun.
Apabila pelaku melakukan bullying berbau pelecehan seksual dijerat Pasal 289 KUHP dengan
ancaman hingga 9 tahun.
Mari bersama Mimin untuk mengenali dampak dari bullying bagi korban dan pelaku, dan cara
mengatasi tindakan bullying.
Dampak Bullying Pada Korban
Bullying dilakukan pelaku tanpa memikirkan kondisi korbannya. Korban akan menjadi takut, cemas sehingga menghindari belajar di sekolah akibat pembullyan. Banyak terjadi kasus pembullyan di sekolah, tempat kerja maupun tempat umum. Adapun dampak-dampak negatif yang disebabkan oleh bullying yaitu:
- Takut berangkat ke sekolah. Korban yang mengalami tindakan bullying atau perundungan akan memiliki ingatan yang tidak enak seperti pelecehan melalui kata-kata, rasa sakit yang dirasakan di sekujur tubuh jika mengalami bullying secara fisik. Hal ini membuat para korban tidak ingin mengalami hal yang serupa. Dari sini munculah rasa malas dan takut untuk pergi ke tempat dimana korban mengalami perundundungan di sekolah.
- Prestasi akademik menurun. Tindakan bullying tidak hanya memberi dampak terhadap fisik korban. Tindakan tersebut juga memberi dampak kepada psikologis korban, seperti rasa takut. Rasa takut yang berlebih akan membebani pikiran korban dan dapat memecah fokus korban yang sebelumnya fokus kepada materi pelajaran sekarang lebih memikirkan rasa takut yang dihadapinya.
- Merasa tidak dihargai di lingkungan sekitar. Perilaku semena-mena yang diterima korban perundungan, menyadari tidak ada seorangpun yang menolongnya untuk keluar dari situasi perundungan serta ejekan dan tertawaan yang dilontarkan kepadanya membuat dirinya merasa tidak dihargai.
- Menurunnya kemampuan sosial emosional. Kemampuan ini dikembangkan pada anak-anak yang duduk di bangku TK atau PAUD. Tujuan dari mengembangkan kemampuan ini untuk membentuk potensi anak, memudahkan anak dalam beradaptasi dengan lingkungannya, serta menerima situasi dan kondisi lingkungan tempat ia tinggal.
- Sulit memahami dirinya sendiri, memiliki rasa khawatir yang berlebihan. Menerima berbagai perilaku yang tidak seharusnya atau mendengar ucapan-ucapan atau kata-kata buruk yang merujuk kepada korban, membuat diri korban merasa bahwa apa yang dikatakan oleh pelaku itu benar sehingga nantinya korban tidak dapat memahami dan mengenal dirinya sendiri sebagaimana mestinya.
Dampak Bullying Pada Pelaku
Dampak bagi para pelaku bullying yaitu merasa dirinya kuat dan disukai oleh banyak orang
ketika berhasil mendominasi sesuatu. Hal ini tentu akan mempengaruhi masa depannya, entah
mereka akan menjadi perilaku kriminal ataupun lebih buruk lagi.
Sebagai peran orang tua atau di sekitar nya, hal ini harus kita dampingi supaya anak tersebut
tidak akan bertindak lebih jauh lagi, untuk menghentikan sikap buruk di masa depan nya.
Adapun sejumlah dampak dari bullying bagi pelaku adalah sebagai berikut:
- Berkelahi dengan teman nya.
- Sering marah-marah terhadap apapun dan bertindak seenaknya.
- Berisiko menjadi pecandu alkohol dan obat-obatan terlarang.
- Sulit mendapatkan pekerjaan saat beranjak dewasa.
- Berisiko menjadi pelaku kekerasan dalam lingkungan sosial dan rumah tangga (KDRT) dll.
Cara Mengatasi Tindakan Bullying
Tindakan bullying kalau dibiarkan begitu saja nantinya akan terus berlanjut dan tidak ada
selesainya. Maka dari itu, apabila terjadi sebuah tindakan bullying harus secepatnya diatasi.
Hal ini berlaku untuk semua bentuk bullying baik yang dilakukan di sekolah yaitu tempat
paling rawan kasus bullying ataupun di dunia kerja. Cara untuk mengatasi tindakan bullying
antara lain:
- Tetap tenang, diketahui kebanyakan kasus bully diawali dengan keinginan memancing reaksi seperti takut, marah, sedih, dan yang lain-lain. Itu sebabnya, seseorang sebaiknya tidak memberikan reaksi apapun dan tetap tenang saja ketika dihadapi oleh provokasi pelaku. Hal ini dilakukan untuk mencegah pelaku bullying merasa puas dengan reaksi yang dari korban atas aksi yang mereka lakukan.
- Mencari bantuan orang lain, bantuan dari orang terpercaya seperti guru, atasan, ataupun pihak yang berwenang pastinya akan membuahkan hasil. Bisa berupa ketenangan hati sampai bantuan berupa pelaporan, sehingga pelaku bisa ditindak dengan tegas. Perlu diingat bahwa dalam cara yang satu ini peran guru, atasan, ataupun pihak yang berwenang itu besar. Penanganan yang responsif merupakan tindakan yang ideal dalam kasus bullying dan aksi tersebut juga dapat mencerminkan kepedulian mereka dalam menangani kasus tersebut.
- Mengidentifikasi dan melaporkan lebih lanjut, hal ini dilakukan dengan tujuan untuk menunjukan kepada pelaku bahwa tindakan mereka itu tidak sepantasnya. Dapat dilakukan dengan cara menumbuhkan kesadaran bahwa tindakan bullying ini tidak seharusnya dilakukan dan kemauan untuk menghentikannya.
- Pendidikan karakter, apabila tindakan bullying sudah terjadi, yang dilakukan setelahnya atau penanggulangannya juga penting penting untuk memastikan tindakan bullying tidak terjadi lagi di lingkungan tersebut. Dengan adanya pendidikan karakter, pengendalian sosial menjadi diperkuat, penerapannya dapat dilihat ketika pendidik atau atasan menertibkan peserta didik atau bawahan yang berpotensi atau menunjukan indikasi menjadi pelaku bullying. Tentunya aksi ini juga diikuti dengan pengawasan dan penanganannya.
Kesimpulan
Bullying berdampak buruk pada proses perkembangan anak-anak atau remaja menjadi korban untuk menerima kondisi fisik yang dilakukan oleh pelaku. Ketika menjadi korban bullying, kita membenci diri mereka sendiri, menutup diri dari orang lain, dan memiliki rasa takut untuk bersosialisasi. Maka dari sini, kita belajar jika di sekitar kita terdapat seperti kejadian tersebut. Nasehati, jika masih melakukan tindakan bullying maka laporkan kepada pihak yang bersangkutan. Karena pada awalnya tindakan tersebut tidak akan habis-habis nya sampai kita melawan tindakan tersebut.
#PagarRaya #PemudaGatraAryaguna #JagaAnak #JagaSiswa #JagaDiri #JagaMental #JagaFisik #Stop #Bullying #STOPBULLYING
