Kesehatan remaja merupakan aspek penting dalam kesehatan masyarakat, dan di Indonesia, beberapa masalah telah diidentifikasi melalui berbagai studi dan penelitian. The Lancet menerbitkan sebuah penelitian yang menyoroti prevalensi perawatan kesehatan yang terabaikan di kalangan remaja Indonesia, terutama mereka yang memiliki risiko kesehatan mental dan fisik. Selain itu, sebuah studi tentang masalah kesehatan mental di kalangan remaja di Indonesia menunjukkan prevalensi yang sedikit lebih tinggi dikalangan perempuan dibandingkan dengan laki-laki. Selain itu, implementasi program kesehatan remaja di sekolah umum dan sekolah berbasis agama di Indonesia ditemukan tidak terkoordinasi dan tidak memiliki evaluasi yang efektif.
Salah satu penemuan utama dari penelitian yang dilakukan oleh Burnet Institute, bekerja sama dengan UNICEF dan Universitas Hasanuddin, menekankan pentingnya keterlibatan remaja dalam pembuatan kebijakan untuk mengatasi beban penyakit yang terus meningkat di Indonesia. Penelitian ini menyoroti perlunya keterlibatan remaja dalam pengembangan kebijakan untuk mengatasi tantangan kesehatan secara efektif. Penelitian ini menggarisbawahi pentingnya melibatkan remaja dalam diskusi terkait pencegahan Penyakit Tidak Menular (PTM) dan menekankan dampak potensial dari intervensi selama masa remaja untuk mencegah masalah kesehatan jangka panjang.
Selain itu, pandemi COVID-19 juga telah mempengaruhi gaya hidup dan perilaku kesehatan remaja di Indonesia. Sebuah studi kualitatif tentang perspektif ibu mengungkapkan bahwa remaja menjadi kurang aktif dan lebih bergantung pada perangkat berbasis layar selama pandemi, yang dapat berimplikasi pada aktivitas fisik dan perilaku kurang gerak.
Sebagai kesimpulan, masalah kesehatan remaja di Indonesia mencakup berbagai isu, termasuk layanan kesehatan yang terabaikan, masalah kesehatan mental, program kesehatan yang tidak terkoordinasi, serta dampak pandemi COVID-19 terhadap gaya hidup dan perilaku. Untuk mengatasi masalah-masalah tersebut, diperlukan pendekatan komprehensif yang melibatkan pembuatan kebijakan yang efektif, intervensi yang tepat sasaran, dan keterlibatan remaja yang bermakna dalam inisiatif kesehatan masyarakat. Dengan memahami dan mengatasi masalah-masalah ini, di Indonesia dapat bekerja untuk memastikan kesejahteraan dan perkembangan yang sehat bagi populasi remajanya.