14 Agu 2024

Meminimalisir Penggunaan Barang Sekali Pakai dalam Keseharian

Create by : @Tim Content Writer PagarRaya'9

        

        Penggunaan barang sekali pakai kini menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Mulai dari kantong plastik, botol plastik, cup minuman, hingga sedotan. Barang-barang ini mengutamakan kepraktisan yang diinginkan oleh kebanyakan orang. Namun, dampak negatifnya yang merusak lingkungan juga tampak nyata. Meminimalisir penggunaan barang sekali pakai bukan hanya menjadi tren, tetapi juga sebuah kebutuhan yang memang seharusnya dilakukan. Dengan melakukan langkah-langkah kecil dan sederhana, kita dapat mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan sekitar. Memperhatikan lingkungan dapat dimulai dari diri sendiri, “KALAU BUKAN KITA, SIAPA LAGI?” 


Melalui blog ini, kita akan mengetahui langkah kecil untuk turut melestarikan lingkungan, salah satunya tips untuk mengurangi ketergantungan kita pada barang sekali pakai dalam kesehariannya.


       Polusi plastik telah menjadi ancaman global yang serius, mendorong produsen merek dan ritel untuk lebih bertanggung jawab berkat tekanan dari masyarakat di seluruh dunia. Banyak perusahaan kini mengumumkan berbagai inovasi kemasan yang lebih ramah lingkungan, seperti "kemasan 100% dapat didaur ulang", "plastik yang mudah terurai", dan "kemasan kertas yang berkelanjutan". Meskipun langkah-langkah ini tampak menjanjikan, pertanyaannya tetap: "apakah upaya-upaya ini benar-benar diperlukan dan dapat menjadi solusi efektif untuk krisis polusi plastik yang kita hadapi?"

       Beberapa solusi yang ditawarkan perusahaan, seperti kemasan kertas, bioplastik, dan plastik daur ulang, ternyata membawa masalah baru dan seringkali tidak efektif. Kemasan kertas dapat merusak hutan yang penting bagi penyerapan karbon dan kesehatan ekosistem. Bioplastik, yang dianggap ramah lingkungan, dapat mengancam keamanan pangan dan sulit terdegradasi di alam. Plastik daur ulang hanya sebagian kecil yang benar-benar didaur ulang, dan sering kali kualitasnya menurun sehingga tidak bisa didaur ulang lagi. Perusahaan masih berpegang pada model bisnis sekali pakai dengan mengganti satu bahan dengan bahan lain, tanpa mengubah inti masalah penggunaan. Solusinya adalah perusahaan perlu beralih ke model bisnis yang mengutamakan pengurangan sampah dari awal dan berinvestasi dalam sistem penggunaan kembali dan pengisian ulang. Contohnya, Greenpeace mengajak masyarakat di Swiss untuk mengemas makanan take-away dengan wadah yang dapat digunakan kembali, dan gerakan ini semakin populer. Perusahaan perlu menetapkan target pengurangan yang jelas dan merencanakan langkah-langkah konkret untuk mencapainya, menciptakan solusi nyata yang berkelanjutan melalui penggunaan kembali.

         Kembali ke solusi yang dapat kita lakukan guna mengurangi sampah plastik dan sampah-sampah lain yang dihasilkan dari pengunaan barang sekali pakai. Adapun beberapa langkah sederhana dan mudah yang dapat kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari, yaitu:

  • Pertama, kita dapat mulai membiasakan diri membawa tas belanja kain atau totebag sendiri saat berbelanja untuk mengurangi penggunaan kantong plastik.
  • Kedua, memilih produk dengan kemasan minimalis atau tanpa kemasan, serta membeli barang dalam jumlah besar untuk mengurangi limbah kemasan.
  • Ketiga, kita dapat menggunakan botol minum yang dapat diisi ulang, sehingga mengurangi penggunaan botol dan gelas plastik sekali pakai. Selain itu, menggunakan peralatan makan yang dapat digunakan secara terus menerus, seperti sendok, garpu, dan sedotan stainless steel atau bambu, juga dapat membantu mengurangi sampah.
  • Selain itu, mendaur ulang dan memilah sampah dengan benar dan turut mendukung gerakan dan kebijakan lingkungan sekitar juga merupakan langkah penting untuk mencapai tujuan.

      Mengurangi sampah plastik dan sampah lain yang dihasilkan dari barang sekali pakai merupakan langkah penting untuk menjaga lingkungan. Dengan perubahan kecil seperti membawa tas belanja kain, menggunakan botol minum dan cangkir yang dapat diisi ulang, serta memilih produk dengan kemasan minimalis, kita akan membuat perubahan besar nantinya. Mari bersama-sama menjaga bumi dengan lebih bijak dalam menggunakan barang sehari-hari. Setiap tindakan kita, sekecil apapun, akan berkontribusi pada keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan generasi mendatang.


Jadi, mulai sekarang... 

Mari kita berkomitmen untuk mengurangi penggunaan barang sekali pakai dan menjadi pelopor dalam menjaga kebersihan dan kesehatan bumi.


Sampai jumpa di artikel selanjutnya!


Sumber    :

Elvira JimĂ©nez. 2019. “Alasan Mengapa Sekali Pakai Bukan Pilihan yang Berkelanjutan.” Greenpeace.

https://www.greenpeace.org/indonesia/cerita/3860/alasan-mengapa-sekali-pakai-bukan-pilihan-yang-berkelanjutan/



Penulis : Ananda Putri Risang Ayu


#KebersihanLingkungan

#PeduliLingkungan

#DivisiContentWriterBatch9

#PemudaGatraAryaguna

#PagarRayaBatch'9
#PagarRaya 
#Pagaria

Add Comments


EmoticonEmoticon