| Create by : @Tim Content Writer PagarRaya'10 |
Setiap tahunya, pada 21 september diperingati sebagai hari alzheimer sedunia. Penyakit Alzheimer adalah gangguan otak degeneratif yang menyebabkan penurunan kemampuan kognitif, termasuk ingatan, berpikir, dan perilaku.
Alzheimer menjadi salah satu penyebab umum munculnya demensia atau sering dikenal dengan istilah ‘pikun’. Hal ini menjadi isu global karena dampaknya yang luas terhadap individu, keluarga, sistem kesehatan, dan ekonomi. Ini merupakan bentuk demensia yang paling umum, berkontribusi pada 60-70% kasus demensia secara global. Dengan lebih dari 55 juta orang yang hidup dengan demensia di seluruh dunia, dan hampir 10 juta kasus baru setiap tahun. Dengan demikian, kondisi tersebut menyebabkan alzheimer menjadi tantangan kesehatan publik yang memerlukan perhatian dan tindakan global.
Penyebab penyakit Alzheimer belum sepenuhnya dipahami, tetapi penelitian menunjukkan kombinasi faktor genetik, gaya hidup, dan lingkungan berperan dalam perkembangannya. Gejala awal penyakit Alzheimer seringkali ringan, seperti lupa nama benda atau percakapan baru-baru ini. Namun, dapat berkembang menjadi lebih serius, mengganggu aktivitas sehari-hari. Faktor risiko untuk Alzheimer termasuk usia lanjut, hipertensi, diabetes, obesitas, merokok, konsumsi alkohol yang berlebihan, kurangnya aktivitas fisik, dan isolasi sosial. Penyakit ini juga memiliki keterkaitan dengan faktor genetik dan lingkungan. Seiring waktu, gejala ini dapat berkembang menjadi kesulitan dalam berkomunikasi, kebingungan, dan pada akhirnya kehilangan kemampuan untuk melakukan tugas-tugas sehari-hari.
Meskipun belum ada obat yang dapat menyembuhkan Alzheimer, salah satu tindakan dalam meningkatkan awareness terhadap isu ini adalah dengan melakukan pengurangan risiko terjadinya demensia dini. Berikut beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk menurunkan risiko terkena kondisi ini yang dilansir pada lama Alodokter :
Menjaga pola makan dengan mengutamakan nutrisi yang lengkap dan seimbang, termasuk memperbanyak porsi buah dan sayur dalam diet sehari-hari.
Mengkonsumsi suplemen atau vitamin yang mendukung fungsi otak, untuk membantu menjaga kesehatan mental dan kognitif.
Menghentikan kebiasaan merokok serta mengurangi asupan alkohol, yang dapat berkontribusi pada peningkatan kesehatan secara keseluruhan.
Mematuhi anjuran dokter dalam mengonsumsi obat-obatan, terutama bagi yang memiliki kondisi medis seperti stroke, diabetes, tekanan darah tinggi, atau kadar kolesterol yang tinggi.
Memastikan waktu tidur yang cukup dan kualitas istirahat yang baik, yang merupakan salah satu kunci utama dalam menjaga kesehatan.
Melakukan aktivitas fisik atau berolahraga secara teratur, yang tidak hanya baik untuk fisik tetapi juga untuk kesehatan mental.
Dengan memahami pentingnya pencegahan dan penanganan dini demensia, kita dapat bergerak menuju masa depan di mana kesehatan mental menjadi prioritas.
Langkah proaktif kita hari ini akan menjadi investasi berharga untuk kesejahteraan generasi mendatang.
Sampai jumpa di artikel selanjutnya!
Sumber :
(1) 21 September Diperingati Sebagai Hari Alzheimer Sedunia
https://news.detik.com/berita/d-6937175/tentang-21-september-diperingati-sebagai-hari-alzheimer-sedunia
(2) Pencegah Penyakit Alzheimer
https://www.alodokter.com/penyakit-alzheimer/pencegahan
Penulis : Siti Julaeha
#PencegahanAlzheimer
#PenyakitDemensia
#DivisiContentWriterBatch10
#PemudaGatraAryaguna