| Create by : @Tim Content Writer PagarRaya'10 |
Era sosial media membawa banyak perubahan dalam kehidupan sehari-hari kita. Dengan hanya beberapa klik, kita bisa terhubung dengan teman-teman, mendapatkan berita terkini, bahkan membangun karier. Namun, di balik semua kemudahan tersebut, sosial media juga membawa dampak yang tidak bisa diabaikan, terutama bagi kesehatan mental.
Saat ini, banyak orang menggunakan sosial media untuk berbagi momen penting dalam hidup mereka. Tapi pernah nggak sih, kita merasa kurang ketika melihat teman-teman atau orang lain memamerkan kesuksesan, liburan mewah, atau pencapaian besar mereka? Perasaan ini bisa memicu apa yang disebut social comparison (perbandingan sosial). Akibatnya, kita mulai merasa bahwa hidup kita tidak sebaik mereka yang terlihat “sempurna” di sosial media. Menurut penelitian yang diterbitkan di Journal of Social and Clinical Psychology, perbandingan sosial ini berkaitan erat dengan peningkatan rasa cemas, rendah diri, bahkan depresi .
Selain itu, sosial media seringkali membuat kita terjebak dalam budaya "selalu online" yang bisa menyebabkan stres. Kita merasa tertekan untuk selalu update, membalas pesan dengan cepat, atau memastikan postingan kita mendapatkan banyak "likes". Hal ini menambah beban emosional dan bisa mengganggu keseimbangan hidup kita.
Menurut studi dari Royal Society for Public Health di Inggris, platform seperti Instagram dan Facebook berhubungan dengan peningkatan kecemasan sosial, gangguan tidur, serta ketakutan akan ketinggalan informasi atau momen penting (Fear of Missing Out atau FOMO) . Semua ini berpotensi merusak kesehatan mental kita jika tidak dikelola dengan baik.
Cara Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Gemuruh Sosial Media :
1. Kurangi Perbandingan SosialSosial media memang bisa menjadi alat yang bermanfaat untuk terhubung dengan orang lain dan mendapatkan informasi. Namun, jika tidak digunakan dengan bijak, ia bisa berdampak negatif pada kesehatan mental kita. Oleh karena itu, penting untuk mengelola waktu dan cara kita berinteraksi dengan sosial media. Dengan mengurangi perbandingan sosial, membatasi penggunaan, dan melatih mindfulness, kita bisa menjaga keseimbangan antara dunia maya dan kesehatan mental kita.
Tetaplah bijak dan ingat, kesehatan mental adalah prioritas ya guyss!
Sampai jumpa di artikel selanjutnya!
Sumber :
(1) Dampak Media Sosial terhadap Kesehatan Mental Remaja dan Dewasa Muda: Tinjauan Sistematis
https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC10476631/
(2) Media sosial dan kesehatan mental serta kesejahteraan kaum muda
https://ncps.com/blog/posts/statusofmind-social-media-and-young-people-s-mental-health-and-wellbeing
(3) Mengatasi Kecemasan di Era Digital: Panduan Kesehatan Mental untuk Gen Z
(4) Cara Melakukan Detoks Digital untuk Mengurangi Stres dan Meningkatkan Fokus
https://health.clevelandclinic.org/digital-detox
Penulis : Najwa Humairo
#MentalDiEraSosialMedia
#MentalHealth
#MediaSosial
#DivisiContentWriterBatch10
#PemudaGatraAryaguna