| Create by : @Tim Content Writer PagarRaya'12 |
Pernah gak kamu ngerasain takut atau perasaan gak nyaman sebelum berangkat kerja? Detik-detik mau berangkat kerja ada aja yang dipikirin, pikiran udah ke mana-mana padahal apa yang kita pikirkan belum tentu terjadi. Rasanya deg-degan banget dan malas untuk berangkat kerja, tapi mau gak mau ya harus tetap berangkat kan ya.
Pegawai yang fresh graduate, berpengalaman, atau pegawai yang sudah berpengalaman namun memilih memulai posisi kerjaan baru mungkin bisa mengalami pre-shift anxiety ini.
Pre-shift anxiety adalah kecemasan sebelum bekerja yang ditandai dengan perasaan khawatir, takut, atau gelisah yang berlebihan tentang apa yang akan terjadi sebelum berangkat bekerja. Kecemasan ini sering kali berasal dari rasa takut seperti takut melakukan kesalahan, menangani masalah dan tugas yang sulit, lingkungan pekerjaan seperti staf rekan kerja yang toksik, atau bayangan masalah-masalah yang tidak terduga ada di skenario kepala.
Perasaan ini jika terus-menerus dibiarkan bisa mengganggu kehidupan kamu yang dapat mempengaruhi waktu ketika bersama teman dan keluarga, saat tidur, dan gangguan kesehatanmu secara umum. Wah ini gak bisa dibiarin terus, kamu perlu segera menghilangkan perasaan ini karena se-gak nyaman itu kalau setiap hari terus-terusan merasa cemas sebelum memulai mengerjakan pekerjaanmu.
Ada beberapa tips yang bisa kamu lakukan untuk mengelola pre-shift anxiety ini, berikut penjelasannya!
1. Ciptakan rutinitas yang menyenangkan di rumahMenjaga suasana hati sebelum bekerja bisa membantu menaikkan mood sebelum bekerja. Mendengarkan musik-musik favoritmu sambil bersenandung, mandi berendam dengan air hangat, masak-masakan menyiapkan bekal untuk bekerja, atau menata seragam bekerjamu agar rapi sebelum dipakai. Lakuin hal-hal menyenangkan secara rutin bisa jadi hal yang tepat untuk mendistraksi kecemasanmu.
2. Tenangin pikiran kamuTerkadang meluangkan waktu sebentar untuk melakukan teknik pernapasan dalam bisa menenangkan pikiran kamu. Lakuin relaksasi napas dalam sebelum mengerjakan tugas dan yakinkan diri kamu bahwa kamu bisa melewati semuanya dengan baik.
Melakukan afirmasi positif juga bisa membantu mengatur ulang otak untuk lebih berani dalam bertindak. Kamu bisa mengucapkan kalimat-kalimat positif seperti “aku pemberani” “hari ini akan menjadi hari yang baik” dan seterusnya, coba aja rutin dilakuin sebelum memulai shift.
3. Jalin pertemanan dan keluar bersama rekan kerja setelah selesai bekerjaRekan kerja yang suportif bisa jadi menyenangkan dan mengurangi kecemasan. Kamu bisa berbagi keluh kesahmu setelah selesai bekerja dan meminta bantuan jika ada sesuatu yang menyulitkan kamu sebelum bekerja sambil menikmati kopi di kedai terdekat, ini bisa bikin lebih rileks.
4. Ciptakan lingkungan yang menenangkan saat pulang ke rumahKamu sudah bekerja sepanjang hari dan melewati hari-hari yang menegangkan. Kamu bisa bersantai di rumah setelah bekerja, sambil melakukan rutinitas yang menyenangkan di rumah. Buat lingkungan rumahmu nyaman sebagai tempat pereda lelah.
5. Temukan kesibukan lain di luar pekerjaanKamu tidak hanya menghabiskan hidup di luar rumah sebagai pekerja, kamu bisa menghabiskan waktu dengan ikut kegiatan volunteer seperti bazar, atau pengabdian di masyarakat. Asah skill dan ilmumu di luar pekerjaan utamamu sebagai bentuk relaksasi refereshing dan menemukan relasi baru.
6. Temukan orang yang tepat untuk diajak berceritaBagikan pengalamanmu dan perasaanmu kepada teman baikmu dan diskusikan dengan mereka terkait langkah yang tepat untuk kamu ambil. Percayalah kamu tidak benar-benar sendirian, selalu ada solusi untuk setiap masalah yang ada.
Takut dan cemas itu perasaan yang wajar. Itu tanda bahwa kita sedang bertumbuh dalam hal yang baru akan kita jalani. Anggap saja ini sebagai bentuk sinyal bahwa kamu pelan-pelan melawan rasa takut dan cemasmu itu dengan mengatasinya tentang apa sih hal yang bikin takut itu? Misalnya kamu takut salah langkah dalam membuat laporan, kamu bisa membuat daftar langkah kerja dan tentunya jangan pernah takut untuk bertanya kepada orang yang kamu percaya di kerjaan.
Ingat satu hal, setiap hari adalah proses belajar. Belajar itu sifatnya selamanya, kita akan menerima informasi baru dan belajar dari apa yang di dapat dari hari ini. Jadikan setiap masukan dan kesalahan sebagai ruang untuk berkembang. Kita hanyalah manusia biasa yang berjuang dan berusaha semaksimal mungkin, sisanya kita serahkan kepada Tuhan. Orang yang ahli dalam bekerja pun awal-awalnya memulai karir yang sama sepertimu, jangan kawatir lagi ya!
Kesimpulan
Pre-shift anxiety adalah kecemasan sebelum bekerja yang bisa dialami siapa saja bahkan pekerja yang sudah memiliki pengalaman luas. Jika dibiarkan, bisa mengganggu kesehatan dan kehidupan sehari-hari. Untuk mengatasinya, penting menciptakan rutinitas positif, menenangkan pikiran, berbagi perasaan dan masalah dengan teman terdekat, dan mencari aktivitas menyenangkan di luar pekerjaan.
"Cukup tenang dan jalani semampumu, percaya kamu akan baik-baik saja"
Sumber :
(1) Skinner, M. Tips to Manage Pre‑Shift Anxiety. IntelyCare Career Advice. www.intelycare.com/career-advice/tips-to-manage-pre-shift-anxiety/
(2) Shely, A. (2024, July 17). 7 tips to leave your pre‑shift anxiety at the door. Vivian Health.
www.vivian.com/community/wellness/7-tips-to-leave-your-pre-shift-anxiety-at-the-door/
(3) Benjamin, A. (2022, Desember 1). 7 tips to handle pre‑shift anxiety.Nurse.org.
https://nurse.org/articles/nurse-pre-shift-anxiety/
Penulis : IFFAH PUTRI MEILINDA