6 Jul 2025

Stop Cuma Wacana! 3 Planning Methods Yang Siap Temani Kamu Wujudkan Mimpimu!

Create by : @Tim Content Writer PagarRaya'11


Apa Itu Planning Methods?


Sebagai Gen Z, kita pasti punya banyak impian besar yang ingin diwujudkan. Tapi, realita pasti nggak selalu semulus ekspektasi, kan? Akan ada banyak tantangan yang datang dari berbagai arah, mulai dari rasa malas, overthinking, bingung mulai darimana, sampai kesibukan sehari-hari. Maka dari itu, agar kita tetap on track mengejar mimpi, kita harus punya rencana yang jelas dan terstruktur melalui planning methods. Tapi, apa sih sebenarnya planning methods itu?


Planning methods adalah teknik atau strategi untuk menyusun dan mengatur langkah-langkah menuju tujuan, supaya kita bisa bergerak lebih efektif dan efisien. Dengan metode yang tepat, kamu bisa lebih mudah menentukan prioritas, mengambil keputusan, dan tetap konsisten meskipun tantangan datang silih berganti. 


Nah, setelah tahu tentang planning methods, kamu mungkin masih bingung, mana yang cocok buat kamu? Tenang, berikut ini ada tiga planning methods yang bisa bantu kamu capai tujuan-tujuanmu satu per satu. Yuk, mulai dari sekarang!


The Eisenhower Matrix

The Eisenhower Matrix adalah kerangka kerja sederhana yang membantu mengelompokkan tugas berdasarkan urgensi dan kepentingannya. Metode ini cocok untuk kamu yang memiliki rutinitas padat, karena dapat membantu menggunakan waktu lebih efisien, fokus menyelesaikan tugas penting terlebih dahulu, dan menghindari penumpukan pekerjaan. Metode ini bekerja dengan membagi daftar tugas ke dalam 4 kuadran sesuai dengan urgensi dan kepentingannya, yaitu:

The Eisenhower Matrix

 

1. Kuadran I
Tugas yang masuk dalam kuadran ini merupakan tugas yang sangat penting dan mendesak sehingga harus dikerjakan saat ini juga. Contohnya adalah proyek atau tugas yang deadlinenya sudah dekat.


2. Kuadran II

Tugas yang masuk dalam kuadran ini merupakan tugas penting tetapi tidak terlalu mendesak sehingga dapat dijadwalkan untuk dikerjakan nanti. Contohnya adalah belajar untuk ujian yang masih memiliki jangka waktu yang panjang.


3.
Kuadran III
Tugas yang masuk dalam kuadran ini merupakan tugas yang mendesak sehingga memerlukan respons segera, tetapi tidak penting sehingga dapat didelegasikan kepada orang lain. Contohnya adalah menjawab email atau telepon yang jika memungkinkan dapat dialihkan kepada orang lain agar kita bisa fokus pada tugas yang lebih strategis dan bernilai tinggi.

4. Kuadran IV
Tugas yang masuk dalam kuadran ini merupakan tugas yang tidak penting dan tidak mendesak sehingga lebih baik untuk dikurangi ataupun dieliminasi karena hanya akan membuang-buang waktu. Contohnya adalah scrolling media sosial tanpa tujuan.


SMART Goals

Kita sering banget dengar istilah “mimpilah setinggi langit”, tapi kenyataannya, mimpi besar kadang malah terasa ngawang karena saking besarnya kita jadi bingung mau mulai dari mana. Supaya mimpi besar itu nggak cuma jadi wacana, kamu bisa pakai metode SMART Goals. Metode ini dikembangkan oleh George T. Doran pada tahun 1981, yang dapat membantu kita menyederhanakan penetapan tujuan dengan langkah-langkah yang spesifik, realistis, dan terukur, sehingga kamu bisa lebih fokus, terarah, dan tahu persis langkah apa yang harus diambil untuk mewujudkannya.

 

SMART Goals


Sesuai dengan namanya, “SMART”, metode ini membantu kita menetapkan tujuan dengan lebih cerdas dan efektif, dengan memperhatikan lima kriteria utama seperti yang disebutkan di atas. Berikut ini penjelasan masing-masing kriterianya, lengkap dengan contoh yang bisa langsung kamu terapkan:


1. S (Specific)
Menentukan tujuan yang jelas dan terperinci untuk menghindari terjadinya ambigu. Dengan tujuan yang jelas kita dapat mengetahui secara mudah dan efektif mengenai rincian langkah-langkah berikutnya yang harus dilakukan. Contohnya, jika kamu ingin belajar ke luar negeri, tentukan tujuanmu secara spesifik yakni melalui beasiswa

2. M (Measurable)
Menentukan tujuan yang dapat diukur sehingga progres dan pencapaiannya bisa dievaluasi dengan jelas. Misalnya, cukup pilih satu beasiswa seperti LPDP agar bisa fokus pada persiapan dan dapat mengukur apakah hasilnya akan diterima atau tidak

3. A (Achievable)
Menetapkan tujuan yang realistis dan dapat dicapai dengan usaha serta sumber daya yang tersedia (seperti ekonomi dan waktu). Contohnya, untuk mendapatkan beasiswa tersebut, kamu harus belajar IELTS dengan menetapkan waktu belajar sesuai kemampuan, misalnya 2 jam per hari

4. R (Relevant)
Menyelaraskan tujuan dengan impian besar yang ingin dicapai serta sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. Contohnya, tentukan skor IELTS yang cukup dan sesuai kemampuan sebagai target, misalnya 7.0

5. T (Time Bound)
Menetapkan tenggat waktu untuk memunculkan dorongan atau motivasi dalam mencapai tujuan yang diinginkan sesuai dengan tenggat waktunya atau bahkan lebih cepat dari tenggat waktu yang telah ditentukan. Contohnya adalah menetapkan batas waktu untuk mengajukan beasiswa LPDP tersebut pada akhir 2025.  


The Backward Planning Techniques 

Pernah nggak sih, kamu sudah tahu apa tujuanmu dan sudah paham langkah-langkahnya, tapi malah bingung kapan semuanya bisa terwujud? Kalau iya, kamu bisa mulai menerapkan teknik backward planning. Metode ini berfokus pada perencanaan yang dimulai dari tujuan akhir, lalu ditarik mundur untuk menentukan langkah-langkah konkret yang perlu dilakukan. Dengan begitu, perjalananmu menuju tujuan jadi lebih terarah dan terasa lebih nyata.


Dengan menetapkan tenggat waktu terlebih dahulu, kamu dapat lebih fokus pada hasil yang diinginkan. Hal ini membantu mengeliminasi kegiatan yang tidak relevan dan menjaga motivasi tetap tinggi. Selain itu, dengan menerapkan metode ini, kamu tidak hanya memastikan setiap langkah yang diambil selaras dengan tujuan akhir, tetapi juga menciptakan struktur yang jelas dalam proses perencanaan sehingga akan membantumu mengidentifikasi potensi hambatan lebih awal dan menyesuaikan strategi sesuai kebutuhan.


Berikut langkah-langkah menerapkan backward planning, yang dapat kamu coba:

1. Tetapkan dan Visualisasikan Tujuan Akhir

Tentukan tujuan akhir yang ingin dicapai dengan jelas dan spesifik. Pastikan tujuan tersebut realistis dan sesuai dengan keinginanmu. Misalnya, kamu ingin mendapatkan skor TOEFL 100 dalam waktu 6 bulan untuk mendaftar beasiswa S2 ke luar negeri.


2. Tentukan Tenggat Waktu 

Tetapkan tenggat waktu untuk tujuan akhir dan setiap langkah yang diperlukan. Ini akan membantumu tetap fokus dan termotivasi. Contohnya, jika tes TOEFL dijadwalkan pada bulan Oktober, pastikan semua materi sudah dikuasai sebelum September.


3. Identifikasi dan Urutkan Langkah-Langkah yang Diperlukan

Buat daftar langkah-langkah yang perlu diambil untuk mencapai tujuan

tersebut. Urutkan langkah-langkah ini secara mundur, mulai dari tujuan akhir hingga langkah pertama. Misalnya, untuk mewujudkan impian tersebut, kamu dapat mengambil langkah berikut :

  • Oktober: Siap mengikuti tes TOEFL;

  • September: Review intensif semua materi untuk memperkuat penguasaan;

  • Juli–Agustus: Fokus mendalami dan latihan soal untuk speaking dan writing;

  • Mei–Juni: Perkuat kemampuan listening dan reading secara bertahap;

  • April: Mulai mengikuti kursus persiapan TOEFL.

4. Lakukan Evaluasi Proses Secara Rutin
Evaluasi secara berkala, setidaknya sebulan sekali, untuk memeriksa kemajuanmu. Tanyakan pada dirimu mana yang sudah tercapai, mana yang tertinggal, dan langkah mana yang perlu disesuaikan. Jika bingung, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan orang yang memiliki tujuan serupa. Misalnya, setiap akhir bulan, kamu bisa memeriksa skor latihan. Jika ada aspek yang masih rendah, pertimbangkan untuk menambah sesi belajar dengan tutor atau teman. 

Kesimpulan

Setelah mengetahui ketiga metode ini, mewujudkan mimpi bukan lagi hal mustahil jika kamu punya rencana yang jelas dan terstruktur. Dengan The Eisenhower Matrix untuk memprioritaskan tugas, SMART Goals untuk menetapkan tujuan yang spesifik dan terukur, serta The Backward Planning Techniques untuk menyusun langkah konkret, kamu akan lebih siap menghadapi setiap tantangan.


Yuk, jangan cuma jadi wacana! Pilih metode yang paling cocok buatmu, mulai langkah pertamamu hari ini, dan wujudkan impianmu satu per satu!

 

Sampai jumpa di artikel selanjutnya!


Sumber :
(1) S.M.A.R.T. Goals: Tujuan Teratur, Kesuksesan yang Terarah
https://jakarta.telkomuniversity.ac.id/smart-goals-tujuan-teratur-kesuksesan-yang-terarah/
(2) Mengenal Metode SMART, Cara Membuat Resolusi Tahun Baru 2025 yang Anti Gagal
(3) Eisenhower Matrix: Pengertian, Kegunaan & Cara Membuatnya
(4) Backward Goal Setting Method – Planning Goals from the End to the Beginning

Penulis : FANI AGISTA HERYANI


#GenZGoals
#SelfDevelopment
#SMARTGoals
#TheBackwardPlanningTechnique
#EisenhowerMatrix
#GrowthMindset
#DivisiContentWriterBatch11
#PemudaGatraAryaguna
#PagarRayaBatch'11
#PagarRaya 
#Pagaria

Add Comments


EmoticonEmoticon