| Create by : @Tim Content Writer PagarRaya'11 |
Apa Itu Planning Methods?
Sebagai Gen Z, kita pasti punya banyak impian besar yang ingin diwujudkan. Tapi, realita pasti nggak selalu semulus ekspektasi, kan? Akan ada banyak tantangan yang datang dari berbagai arah, mulai dari rasa malas, overthinking, bingung mulai darimana, sampai kesibukan sehari-hari. Maka dari itu, agar kita tetap on track mengejar mimpi, kita harus punya rencana yang jelas dan terstruktur melalui planning methods. Tapi, apa sih sebenarnya planning methods itu?
Planning methods adalah teknik atau strategi untuk menyusun dan mengatur langkah-langkah menuju tujuan, supaya kita bisa bergerak lebih efektif dan efisien. Dengan metode yang tepat, kamu bisa lebih mudah menentukan prioritas, mengambil keputusan, dan tetap konsisten meskipun tantangan datang silih berganti.
Nah, setelah tahu tentang planning methods, kamu mungkin masih bingung, mana yang cocok buat kamu? Tenang, berikut ini ada tiga planning methods yang bisa bantu kamu capai tujuan-tujuanmu satu per satu. Yuk, mulai dari sekarang!
The Eisenhower Matrix
The Eisenhower Matrix adalah kerangka kerja sederhana yang membantu mengelompokkan tugas berdasarkan urgensi dan kepentingannya. Metode ini cocok untuk kamu yang memiliki rutinitas padat, karena dapat membantu menggunakan waktu lebih efisien, fokus menyelesaikan tugas penting terlebih dahulu, dan menghindari penumpukan pekerjaan. Metode ini bekerja dengan membagi daftar tugas ke dalam 4 kuadran sesuai dengan urgensi dan kepentingannya, yaitu:
| The Eisenhower Matrix |
1. Kuadran I
2. Kuadran II
Tugas yang masuk dalam kuadran ini merupakan tugas penting tetapi tidak terlalu mendesak sehingga dapat dijadwalkan untuk dikerjakan nanti. Contohnya adalah belajar untuk ujian yang masih memiliki jangka waktu yang panjang.
SMART Goals
Kita sering banget dengar istilah “mimpilah setinggi langit”, tapi kenyataannya, mimpi besar kadang malah terasa ngawang karena saking besarnya kita jadi bingung mau mulai dari mana. Supaya mimpi besar itu nggak cuma jadi wacana, kamu bisa pakai metode SMART Goals. Metode ini dikembangkan oleh George T. Doran pada tahun 1981, yang dapat membantu kita menyederhanakan penetapan tujuan dengan langkah-langkah yang spesifik, realistis, dan terukur, sehingga kamu bisa lebih fokus, terarah, dan tahu persis langkah apa yang harus diambil untuk mewujudkannya.
| SMART Goals |
Sesuai dengan namanya, “SMART”, metode ini membantu kita menetapkan tujuan dengan lebih cerdas dan efektif, dengan memperhatikan lima kriteria utama seperti yang disebutkan di atas. Berikut ini penjelasan masing-masing kriterianya, lengkap dengan contoh yang bisa langsung kamu terapkan:
The Backward Planning Techniques
Pernah nggak sih, kamu sudah tahu apa tujuanmu dan sudah paham langkah-langkahnya, tapi malah bingung kapan semuanya bisa terwujud? Kalau iya, kamu bisa mulai menerapkan teknik backward planning. Metode ini berfokus pada perencanaan yang dimulai dari tujuan akhir, lalu ditarik mundur untuk menentukan langkah-langkah konkret yang perlu dilakukan. Dengan begitu, perjalananmu menuju tujuan jadi lebih terarah dan terasa lebih nyata.
Dengan menetapkan tenggat waktu terlebih dahulu, kamu dapat lebih fokus pada hasil yang diinginkan. Hal ini membantu mengeliminasi kegiatan yang tidak relevan dan menjaga motivasi tetap tinggi. Selain itu, dengan menerapkan metode ini, kamu tidak hanya memastikan setiap langkah yang diambil selaras dengan tujuan akhir, tetapi juga menciptakan struktur yang jelas dalam proses perencanaan sehingga akan membantumu mengidentifikasi potensi hambatan lebih awal dan menyesuaikan strategi sesuai kebutuhan.
Berikut langkah-langkah menerapkan backward planning, yang dapat kamu coba:
1. Tetapkan dan Visualisasikan Tujuan AkhirTentukan tujuan akhir yang ingin dicapai dengan jelas dan spesifik. Pastikan tujuan tersebut realistis dan sesuai dengan keinginanmu. Misalnya, kamu ingin mendapatkan skor TOEFL 100 dalam waktu 6 bulan untuk mendaftar beasiswa S2 ke luar negeri.
Tetapkan tenggat waktu untuk tujuan akhir dan setiap langkah yang diperlukan. Ini akan membantumu tetap fokus dan termotivasi. Contohnya, jika tes TOEFL dijadwalkan pada bulan Oktober, pastikan semua materi sudah dikuasai sebelum September.
Buat daftar langkah-langkah yang perlu diambil untuk mencapai tujuan
tersebut. Urutkan langkah-langkah ini secara mundur, mulai dari tujuan akhir hingga langkah pertama. Misalnya, untuk mewujudkan impian tersebut, kamu dapat mengambil langkah berikut :
Oktober: Siap mengikuti tes TOEFL;
September: Review intensif semua materi untuk memperkuat penguasaan;
Juli–Agustus: Fokus mendalami dan latihan soal untuk speaking dan writing;
Mei–Juni: Perkuat kemampuan listening dan reading secara bertahap;
April: Mulai mengikuti kursus persiapan TOEFL.
Kesimpulan
Yuk, jangan cuma jadi wacana! Pilih metode yang paling cocok buatmu, mulai langkah pertamamu hari ini, dan wujudkan impianmu satu per satu!
Sampai jumpa di artikel selanjutnya!
https://jakarta.telkomuniversity.ac.id/smart-goals-tujuan-teratur-kesuksesan-yang-terarah/