31 Jan 2026

Burnout sebagai Masalah Sistemik di Berbagai Lingkungan

Create by : @Tim Content Writer PagarRaya’13


Halo Pagaria!

Kita semua pernah mendengar istilah burnout. Pagaria juga, kan?

Kata burnout semakin sering muncul dalam percakapan sehari-hari, mulai dari ruang kelas, organisasi mahasiswa, hingga lingkungan kerja profesional.

Kondisi ini bukan sekadar rasa lelah biasa yang bisa hilang setelah tidur semalam. Burnout adalah kondisi kelelahan fisik, emosional, dan mental yang muncul akibat stres berkepanjangan, terutama ketika tuntutan yang dihadapi terasa melebihi kapasitas diri.

Burnout sering kali tidak disadari sejak awal. Gejalanya bisa berupa kehilangan motivasi, mudah tersinggung, menurunnya performa, hingga munculnya perasaan tidak berdaya.

Menariknya, berbagai penelitian di Indonesia menunjukkan bahwa burnout tidak hanya dipengaruhi oleh individu, tetapi juga oleh sistem dan lingkungan tempat seseorang beraktivitas. 

Melalui artikel ini, kita akan membahas bagaimana masyarakat Indonesia mengatasi burnout berdasarkan beberapa temuan dari penelitian yang dilakukan, dengan konteks organisasi mahasiswa, lingkungan kerja karyawan, dan lingkup tenaga pendidik.


  • Burnout dalam Organisasi Mahasiswa

Salah satu penelitian mengenai burnout dilakukan pada lima mahasiswa dari tiga perguruan tinggi berbeda yang seluruhnya memiliki jabatan dalam organisasi kampus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa burnout pada anggota organisasi mahasiswa terjadi secara kompleks dan mencakup tiga dimensi utama.

Pertama, dimensi beban kerja serta tumpang tindih tanggung jawab, di mana satu individu kerap memegang lebih dari satu peran tanpa kejelasan batas tugas. Kedua, dimensi tekanan emosional yang muncul akibat relasi sosial dalam organisasi, seperti konflik internal, miskomunikasi, atau ekspektasi yang tidak tersampaikan dengan baik. Ketiga, dimensi lemahnya manajemen sistem organisasi, termasuk pembagian peran yang tidak merata dan kurangnya koordinasi.

Dalam menghadapi kondisi tersebut, dukungan sosial terbukti berperan penting. Dukungan yang diterima para mahasiswa terbagi dalam tiga bentuk, yaitu dukungan emosional berupa empati dan pengertian, dukungan apresiatif seperti pengakuan atas kontribusi, serta dukungan instrumental berupa bantuan konkret dalam menyelesaikan tugas. Ketiga bentuk dukungan ini membantu mahasiswa merasa tidak sendirian dan mampu mengelola tekanan organisasi dengan lebih sehat.


  • Burnout dalam Lingkungan Kerja Karyawan

Burnout juga menjadi isu serius di dunia kerja.

Sebuah kegiatan pengabdian masyarakat nasional interaktif yang diikuti oleh 120 tenaga kerja dan staf administrasi usia 20–50 tahun menunjukkan bahwa sekitar 72% peserta mengalami burnout ringan hingga sedang. Sementara itu, sekitar 65% peserta berada pada tingkat self-efficacy sedang, yaitu keyakinan individu terhadap kemampuannya menyelesaikan tugas dan menghadapi tantangan.

Melalui pendekatan penguatan self-efficacy, muncul beberapa temuan penting. Pertama, adanya kebutuhan akan dukungan sosial yang kuat di lingkungan kerja, karena relasi yang suportif terbukti membantu mengurangi tekanan psikologis. Kedua, peserta menyadari pentingnya komunikasi asertif untuk mengelola beban kerja dan mencegah konflik interpersonal. Ketiga, seminar mendorong peserta untuk lebih memperhatikan keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi yang sering terabaikan.

Kesimpulannya, penguatan self-efficacy terbukti efektif dalam membantu karyawan mengatasi burnout. Dengan keyakinan diri yang lebih baik, individu mampu mengelola tuntutan kerja secara konstruktif, menerapkan strategi manajemen stres, serta membangun lingkungan kerja yang lebih sehat dan produktif.


  • Burnout dalam Lingkup Tenaga Pendidik

Penelitian burnout juga dilakukan dalam lingkup tenaga pendidik, khususnya di Pondok Pesantren yang memiliki struktur organisasi kompleks, melibatkan pimpinan, guru, dan karyawan pendukung. Secara akademik, burnout pada tenaga pendidik perlu dilihat sebagai isu multidimensi. Burnout tidak hanya mencerminkan kondisi individu, tetapi juga kegagalan sistem dalam mendukung kesejahteraan guru.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) upaya menciptakan lingkungan kerja yang sehat, disertai 2) penghargaan dan pengakuan terhadap kinerja guru; memberikan dampak signifikan. Sebagai contoh, dukungan dari pimpinan sekolah dapat meningkatkan rasa dihargai, memperkuat solidaritas antarguru, serta menciptakan suasana kerja yang kondusif dan kolaboratif. Selain itu, apresiasi yang konsisten juga mendorong motivasi, kepuasan kerja, dan pengembangan profesional tenaga pendidik.


Kesimpulan :

        Burnout Bukan Masalah Pribadi Semata

Jadi, Pagaria, dari ketiga konteks tersebut, dapat disimpulkan bahwa burnout bukan sekadar persoalan individu yang “tidak kuat” menghadapi tekanan. 

Burnout adalah sinyal adanya ketidakseimbangan antara tuntutan dan dukungan, baik di organisasi mahasiswa, lingkungan kerja, maupun dunia pendidikan. Dukungan sosial, sistem yang adil, komunikasi yang sehat, serta penguatan keyakinan diri menjadi kunci utama dalam mengatasinya. 

Dengan memahami burnout secara lebih utuh, Pagaria tidak hanya belajar bertahan, tetapi juga membangun lingkungan yang lebih manusiawi dan berkelanjutan bagi semua.


Istirahat bukan tanda kelemahan, tetapi investasi hak dalam kebijaksanaan -Jack Groppel-


Sumber :

(1) Abellio, T., Arrizqi, N. P., Rahmadani, S., Akbar, M. F., Samheri, A. W., Al-Mustaqim, M. F., ... & Ulfa, H. (2025). Meningkatkan Self-efficacy untuk Mengatasi Burnout Akibat Stres Kerja. JUMPUTAN: Jurnal Multidisiplin Pengabdian Masyarakat, 1(1), 37-48.

(2) Holifah, H. (2025). Epidemi Burn Out: Strategi Organisasi untuk Meningkatkan Kesejahteraan Karyawan. MindScape: Journal of Psychology, 1(1), 13-22.

(3) Maeyani, F., Nuriyyatiningrum, N. A. H., & Ikhrom, I. (2025). ANALISIS DUKUNGAN SOSIAL DALAM MENGATASI BURNOUT PADA ANGGOTA ORGANISASI MAHASISWA. PAEDAGOGY: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi, 5(1), 267-278


Penulis : Ni Luh Nyoman Vitari Amritaning Ati


#Burnout
#DearReader
#DivisiContentWriterBatch13
#PemudaGatraAryaguna
#PagarRayaBatch'13
#PagarRaya 
#Pagaria

Add Comments


EmoticonEmoticon