|
Apa Itu Doomscrolling dan FOMO?
Doomscrolling adalah kebiasaan scrolling media sosial atau berita secara terus-menerus, meski yang kita baca adalah informasi yang negatif, mengkhawatirkan, atau bahkan menambah kecemasan. Meski tahu itu bisa berdampak buruk, kita sering terjebak dalam kebiasaan ini, terus mencari lebih banyak berita buruk.
FOMO (Fear of Missing Out) adalah rasa cemas atau khawatir bahwa kita ketinggalan sesuatu yang penting atau menarik yang sedang terjadi di dunia digital. Rasa ini sering muncul ketika kita melihat teman-teman kita atau orang lain menikmati pengalaman yang sepertinya lebih menyenangkan atau lebih berharga.
Kedua fenomena ini sangat umum di kalangan Gen Z, yang tumbuh besar di era digital. Namun, meskipun media sosial bisa memberikan informasi dan hiburan, kebiasaan seperti doomscrolling dan FOMO justru bisa mempengaruhi kesehatan mental kita.
Mengapa Doomscrolling dan FOMO Berbahaya?
1. Meningkatkan stres dan kecemasan
Doomscrolling sering membawa kita pada informasi yang menambah kecemasan, seperti berita tentang bencana, pandemi, atau isu politik yang memanas. Akibatnya, otak kita terbebani dengan informasi negatif tanpa memberikan ruang untuk pemulihan mental.
2. Menyita fokus
Dengan terus-menerus terjebak dalam scrolling media sosial atau membaca berita yang tidak penting, kita kehilangan waktu yang seharusnya bisa digunakan untuk tugas atau aktivitas yang lebih produktif.
3. Menurunkan kesehatan mental
FOMO bisa membuat kita merasa tidak cukup baik atau kurang bahagia karena merasa selalu tertinggal. Ini bisa berdampak pada harga diri kita, mengarah pada perasaan kesepian atau tidak puas dengan hidup.
Cara Gen Z Bisa Lebih Mindful di Era Digital
Ada beberapa cara yang bisa kita terapkan untuk menghindari dampak buruk dari doomscrolling dan FOMO, yaitu :
1. Batasi waktu penggunaan media sosial
Untuk menghindari terjebak dalam doomscrolling, cobalah untuk membatasi waktu yang kamu habiskan di media sosial. Gunakan fitur "screen time" pada ponsel atau aplikasi manajemen waktu untuk mengingatkan kamu kapan saatnya berhenti.
2. Praktikkan Digital Detox secara berkala
Sesekali, coba lakukan digital detox dengan tidak membuka media sosial selama beberapa jam atau bahkan sehari penuh. Ini memberi waktu bagi pikiran untuk istirahat dari tekanan dunia maya.
3. Pilih sumber informasi yang positif dan inspiratif
Alih-alih terus-menerus mengikuti berita negatif, cobalah untuk mengikuti akun atau platform yang memberikan informasi positif, inspiratif, atau edukatif. Banyak akun yang fokus pada perkembangan diri, kesehatan mental, dan kreativitas yang bisa memberikan dampak positif bagi kehidupan kamu.
4. Sadari dan kenali dampaknya
Saat merasa FOMO, cobalah untuk berhenti sejenak dan refleksikan perasaan tersebut. Pertanyakan mengapa kamu merasa seperti itu dan apakah itu benar-benar penting. Sering kali, perasaan FOMO datang karena kita membandingkan hidup kita dengan orang lain.
5. Praktikkan Mindfulness
Mindfulness adalah keterampilan untuk tetap sadar akan perasaan dan pikiran kita tanpa terjebak dalam reaksi otomatis. Dengan mindfulness, kamu bisa lebih sadar ketika terjebak dalam kebiasaan doomscrolling atau perasaan FOMO.
6. Fokus pada pengalaman
Alih-alih terlalu fokus pada apa yang sedang terjadi di dunia maya, coba untuk lebih banyak terlibat dalam pengalaman nyata—bertemu teman-teman, melakukan hobi, atau berfokus pada tujuan hidup yang lebih besar.
Era digital menawarkan banyak peluang, namun juga membawa tantangan besar dalam bentuk kebiasaan doomscrolling dan FOMO. Sebagai Gen Z, kita bisa lebih mindful dengan cara membatasi waktu di media sosial, mengikuti konten yang positif, dan mengembangkan kebiasaan yang mendukung kesehatan mental.
Jangan biarkan dunia digital mengontrol hidupmu. Dengan kesadaran dan upaya yang tepat, kamu bisa tetap terhubung dengan teknologi tanpa kehilangan fokus pada hal-hal yang lebih penting dan bermakna dalam hidupmu.
Sampai jumpa di artikel selanjutnya!
Sumber :
(1) Ini 3 Cara Efektif Hentikan Kebiasaan Doomscrolling
(2) Güme, S. 2024. Doomscrolling: A Review. Psikiyatride Güncel Yaklaşımlar, 16(4): 595-603.
(3) Sharma, B., Lee, S. S., and Johnson, B. K. 2022. The dark at the end of the tunnel: Doomscrolling on social media newsfeeds.
Penulis : Erika Maulidya Putri
#GenZ
#FOMO
#MindfulLiving
#Doomscrolling
#DigitalWellness
#KesehatanMental
#PersonalGrowth
#DivisiContentWriterBatch11
#PemudaGatraAryaguna
#PagarRayaBatch'11
#PagarRaya
#Pagaria