20 Jun 2023

Bangun Personal Branding untuk Persiapan Karir Masa Depanmu

Bangun Personal Branding untuk Persiapan Karir Masa Depanmu

Membangun personal branding menjadi hal yang penting di zaman sekarang ini, baik buruknya kita dapat terlihat dari sudut pandang orang lain dan itu sangat berpengaruh untuk membangun kepercayaan mereka ke kita untuk kedepannya. Maka dari itu, mencoba membangun personal branding saat ini akan menjadi faktor keberhasilan diri kita menjadi lebih baik dari sebelumnya.


APA SIH PERSONAL BRANDING ITU ?


Personal branding adalah perencanaan untuk membentuk citra diri sendiri dengan membawakan keunikan serta potensi yang dimiliki oleh diri kita sehingga kita bisa tampil berbeda dan unggul dalam hal tersebut.


Mungkin sudah banyak yang mengetahui mengenai personal branding dan mengerti bagaimana cara membangunnya yang baik dan benar. Pada artikel kali ini, Pagar Raya ingin memberikan informasi kepada pembaca yang belum sepenuhnya mengetahui personal branding itu seperti apa dan kita disini akan memberi tips kepada Pagaria supaya personal branding kamu menjadi lebih baik.


Sebelumnya yuk kita cari tahu apa sih tujuan membangun personal branding


TUJUAN MEMBANGUN PERSONAL BRANDING


Tujuan utama seseorang membangun personal branding adalah membangun rasa kepercayaan orang lain terhadap diri kita sendiri, selain itu juga memberi tahu kepada orang lain atas keunikan dan kemampuan kualitas diri yang kita miliki. Personal branding juga dapat menunjukkan seberapa ingin kamu dilihat hebat oleh orang lain atas perubahan yang kamu capai selama mempelajari hal baru dan bermanfaat.


MASALAH YANG DIHADAPI KETIKA MEMBANGUN PERSONAL BRANDING


1. Tidak menjadi diri sendiri


2. Tidak ada tujuan dalam membangun personal branding


3. Mengabaikan saran orang lain


4. Tidak berkolaborasi dengan orang lain



BAGAIMANA CARA MEMBANGUN PERSONAL BRANDING YANG BAIK ?

  1. Memiliki fokus yang kuat 

Cobalah untuk memiliki fokus yang kuat dan konsisten saat mulai membangun personal branding. Tetapkan fokus untuk target audiens yang diinginkan. Hal ini akan lebih mudah saat menciptakan konten-konten seputar citra diri dan memudahkan orang lain untuk mendefinisikan diri kalian. Strategi terbaik adalah memilih fokus tertentu dan membiarkannya berkembang seiring berjalannya waktu.

  1. Cari tahu siapa diri kalian 

Hal ini sangatlah penting untuk mendefinisikan siapa diri kalian. Cobalah untuk berintrospeksi dan buatlah daftar kekuatan dan kelemahan diri sendiri. Kalian bisa memulainya dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti: 

"Apa keahlian saya?" 

"Apa yang membuat saya termotivasi?" 

"Apa sifat dan karakter diri sendiri yang paling disukai" 

"Bagaimana orang-orang menilai saya dari pandangan pertama" 

"Hal-hal apa saja yang bisa membuat saya bersemangat?" 

Jika kesulitan untuk menjawab hal-hal seperti di atas, coba bertanya kepada keluarga, teman atau kolega kerja tentang bagaimana mereka melihat kalian. Saat telah menyadari dari kepribadian yang dimiliki, kalian akan jauh lebih mudah untuk menerapkan strategi membangun citra diri ini.

  1. Tentukan anda ingin dikenal sebagai apa 

Ini adalah tentang sebuah roadmap yang menentukan ke mana atau sebagai apa kalian akan dikenal. Dengan melakukan hal ini, kalian akan menemui keterampilan dan sifat yang membuat kalian menjadi berbeda serta hal-hal apa saja yang perlu ditingkatkan atau pengetahuan baru apa saja yang perlu dipelajari. Hal ini bisa membuat kalian memiliki langkah yang lebih terukur untuk bisa mencapai tujuan yang diinginkan.

  1. Tentukan target audiens 

Sebelum mulai membangun personal branding, kalian juga perlu menentukan siapa target audiens-nya. Apakah para CEO? Praktisi HR? Atau para mahasiswa yang sedang mencari mentor untuk skill-skill di dunia kerja? Semakin cepat kalian menentukan target pasarnya, semakin mudah juga bagi kalian pendekatan seperti apa yang akan digunakan dalam konten-konten yang akan dibuat nantinya dan platform apa yang akan dipilih.

  1. Menjadi diri sendiri 

Personal branding harus dibangun dengan cara yang seunik mungkin sehingga kalian akan lebih mudah diingat akan sebuah persepsi yang menjadi tujuan. Cobalah untuk membangun hubungan dengan audiens. Sampaikan dengan kata-kata yang sehari-hari kalian pakai, tidak perlu terlalu formal.

  1. Konsisten

Konsisten di sini berarti kalian akan mudah diingat jika konten yang disajikan memiliki benang merah yang konsisten. Jika memungkinkan, konsistensi ini perlu dijaga, baik secara online atau pun offline. konsistensi di sini juga bisa terapkan dalam bagaimana kalian mengemas konten yang akan ditampilkan, baik itu secara visual ataupun pendekatan yang digunakan. Hal ini akan memudahkan audiens untuk bisa mengenali kalian sekaligus membuat konten-konten kalian lebih unik.

  1. Riset industri dan kenali para ahlinya 

Saat menentukan citra diri seperti apa yang diinginkan, ada baiknya kalian melakukan riset terlebih dahulu industri yang digeluti lebih dalam dan siapa saja orang-orang yang telah terlebih dahulu menjadi top of mind-nya. Oleh karena itu, kalian tetap perlu mencari formula tersendiri agar bisa tampil beda dan unik. Gunakan metode ATM (amati- tiru-modifikasi) mungkin bisa kalian gunakan, tapi tetap ingat poin nomor 4 di atas.

  1. Bangun jaringan (networking

Memiliki komunitas yang satu frekuensi dan minat yang sama akan memudahkan kalian dalam membangun personal branding ini. Cara ini akan membuat kalian mudah diingat dan memiliki lingkar pertemanan profesional yang lebih luas. Semakin banyak koneksi yang dimiliki, akan semakin tinggi juga nilai jangkauan citra diri yang sedang dibangun. Namun, ada yang perlu diingat, koneksi yang dibangun harus mempunyai nilai lebih di dalamnya dan menghasilkan simbiosis mutualisme yang baik. Agar tidak dibilang pansos yang hanya butuh validasi.

KESIMPULAN


Membangun personal branding menjadi penting karena dapat mempengaruhi cara orang lain melihat kita dan membangun kepercayaan. Personal branding adalah perencanaan untuk membentuk citra diri yang unik dan mengunggulkan potensi yang dimiliki. Tujuan utamanya adalah membangun kepercayaan orang lain, menunjukkan keunikan serta kemampuan yang membuat kita unggul, dan ingin dilihat sebagai sosok yang hebat. Tantangan yang dihadapi dalam membangun personal branding antara lain tidak menjadi diri sendiri, tidak memiliki tujuan yang jelas, mengabaikan saran orang lain, dan kurang berkolaborasi dengan orang lain. 


Untuk membangun personal branding yang baik, penting memiliki fokus yang kuat, mengenal diri sendiri, menentukan citra yang diinginkan, dan menargetkan audiens yang spesifik. Selain itu, menjadi diri sendiri, konsisten, dan mengenal industri serta ahlinya juga penting. Bangun jaringan dengan komunitas sejenis untuk memperluas lingkaran pertemanan profesional dengan nilai dan simbiosis mutualisme yang baik.



“Life isn't about finding yourself. Life is about creating yourself. "

- GEORGE BERNHARD SHAW



Sumber : dari berbagai sumber

Penulis : Felda Elysia Damayanti


17 Mar 2023

Kiat Produktif Bikin CV Glow Up

Kiat Produktif Bikin CV Glow Up

Halo Pagaria!

Lagi sibuk apa nih? atau kamu lagi cari kesibukan yang produktif? Kegiatan produktif membantu kamu meningkatkan berbagai skill yang berguna. Nah kali ini Pagar Raya bakal kasih kamu beberapa opsi kegiatan produktif yang bisa kamu lakuin nih. Kegiatan ini juga bisa kamu cantumin di CV lho.

Mengikuti kegiatan volunteer

Pagaria tentu sudah tidak asing dengan kegiatan volunteer. Volunteer atau dikenal dengan dengan sukarelawan adalah seseorang yang melakukan kegiatan dengan sukarela tanpa paksaan apapun. Mengikuti kegiatan volunteer banyak benefitnya lho, diantaranya menambah pengalaman dan pengetahuan, meningkatkan social skill dan membantu kamu dalam membangun karir. Melalui kegiatan volunteer kamu akan bertemu orang baru dari berbagai latar belakang, sehingga kita memperoleh perspektif serta cara berpikir yang luas. Selain memperoleh perspektif yang luas, kegiatan volunteer juga membantu meningkatkan keterampilan sosial seperti kemampuan beradaptasi yang baik, menumbuhkan simpati, empati, dan kepekaan sosial. Volunteer juga memberikan dampak positif pada kesehatan mental lho, mengikuti kegiatan volunteer membuat kita lebih bahagia karena membantu orang lain. Di samping itu, melalui volunteer kamu akan memperoleh skill komunikasi, kepemimpinan, dan bekerja sama dengan tim. 

Mengikuti course untuk menunjang pengetahuan

Selain mengikuti kegiatan volunteer, kamu juga bisa menambah wawasan dan pengetahuanmu dengan mengikuti course/pelatihan. Kegiatan course/pelatihan menyediakan berbagai program sesuai dengan kebutuhanmu, di sana kamu akan mendapat materi, pengalaman hingga relasi lho. Kamu juga akan dibimbing oleh mentor-mentor yang berpengalaman dibidangnya. Pada setiap pelatihan akan diberikan study case yang membantu kamu sehingga kamu memiliki gambaran mengenai bidang yang kamu kerjakan. Pengalaman tersebut bisa kamu cantumkan di CV kamu.

Ikut kompetisi

Dengan ikut kompetisi kalian akan belajar menuangkan ide dan mempresentasikannya kepada orang lain. Selain itu, melalui kegiatan ini kalian bisa memperluas relasi, menambah list pengalaman di CV, berkesempatan mendapat reward lomba, belajar untuk lebih percaya diri, melatih sikap suportif, menemukan dan mengembangkan potensi diri, serta meningkatkan skill kerja sama dan kolaborasi dalam kelompok. Wah, ternyata banyak banget ya manfaatnya? Jadi gak ada alasan lagi dong buat melewatkan kesempatan buat ikutan lomba. 

Bergabung dengan Organisasi

Bergabung dengan organisasi tentu akan memberikan banyak manfaat. Kalian dapat mengasah soft skill, seperti komunikasi dan kepemimpinan. Selain itu, kalian juga akan merasakan manfaat, seperti belajar cara merencanakan dan menjalankan kegiatan, memperluas koneksi, wadah untuk mengembangkan minat dan bakat, serta pastinya menambah nilai di CV. Bagus lagi ketika kalian bergabung dengan organisasi yang sesuai dengan jurusanmu karena hal ini dapat memperdalam pengetahuan tentang jurusanmu.

Wah, banyak banget ya kegiatan yang bisa diikuti buat bikin CV makin glow up dan ternyata kegiatan yang udah disebutin di atas gak cuman bikin CV glow up aja nih, tapi juga punya segudang manfaat yang sayang banget buat dilewatkan. Nah, jadi mana nih kegiatan yang udah Pagaria masukin ke list buat diikuti? 


Referensi

https://aiesec.or.id/4-alasan-kenapa-kamu-harus-ikut-volunteer/#:~:text=Apa%20Itu%20Volunteer%3F,project%20atau%20kegiatan%20sosial%20tertentu.

https://www.studilmu.com/blogs/details/3-alasan-pentingnya-training-atau-pelatihan-karier

https://www.brightinternships.com/blog/mahasiswa-ikuti-5-kegiatan-ini-untuk-mempercantik-cv 

https://campuspedia.id/news/manfaat-ikut-lomba-mahasiswa/ 

https://www.gokampus.com/blog/5-manfaat-organisasi-mahasiswa-berguna-buat-kerja?hideHeader=false 


Penulis : Shanti Ruri Pratiwi dan Katarina Wahyu Tiaradita

24 Mei 2022

Improve Soft Skills and Hard Skills in The World Work for Your Future

Improve Soft Skills and Hard Skills in The World Work for Your Future

 Sekarang ini perkembangan teknologi yang kian cepat dan lahirnya resolusi Society 5.0 menuntut kita untuk memiliki skills tambahan selain kemampuan akademis yang dimiliki. Skills tersebut yaitu soft skill dan hard skill, lantas apa ya perbedaan antara kedua hal itu? 

Soft skill

Soft skill adalah keterampilan non teknis. Soft skill juga merupakan kemampuan yang dimiliki oleh individu secara alami yang mencakup kecerdasan, baik emosional maupun sosial, komunikasi atau berinteraksi dengan individu lain, dan semacamnya. Dalam hal ini, soft skill adalah karakter bawaan individu. Namun, dapat tetap dimiliki apabila kita melakukan kegiatan pengembangan diri tertentu.

Contoh soft skill

  1. Menabung dan Investasi

Tujuannya mengamankan kekayaan. Investasi dan menabung adalah solusi yang baik untuk menekan kekayaan.  Menabung adalah menyisihkan sisa pengeluaran kebutuhan untuk hal lain. Investasi adalah menyisihkan kelimpahan sekarang untuk kelimpahan yang akan datang. Investasi soft skill karena setiap orang memerlukan bebas finansial untuk di masa depan.

Contoh investasi: deposito berjangka, reksadana (pasar uang, obligasi, dan saham), saham, peer to peer lending, komoditi, mata uang

  1. Thinking skills (critical, creative, analytical, etc)

Critical thinking pada dasarnya berpikir skeptis rasional. Cara berpikir yang dimaksud adalah untuk merespon seseorang dengan menganalisis fakta untuk membentuk penilaian. Subjeknya kompleks, dan ada beberapa definisi yang berbeda mengenai konsep ini, yang umumnya mencakup analisis rasional, skeptis, tidak bias, atau evaluasi bukti faktual.

Creative thinking sangat wajib karena pada dasarnya sintesis gagasan dan inovasi. Orang dengan kemampuan creative thinking adalah mereka yang dapat melihat bahkan memecahkan masalah dari berbagai sudut pandang hingga mampu menciptakan solusi atau ide-ide baru.

Analytical thinking yaitu pengolahan data untuk pemecah masalah. Analytical thinking juga disebut sebagai kemampuan seseorang untuk mengatasi masalah yang cukup rumit dengan mengumpulkan seluruh informasi yang didapatkan secara teratur dan mengevaluasi informasi tersebut sehingga menghasilkan solusi kreatif untuk memecahkan suatu masalah secara cepat dan efektif.

  1. Hukum dan pajak

Hukum diciptakan mengikat dan wajib dilaksanakan. Hukum yang wajib diketahui untuk menghadapi masalah di masa depan adalah agraria, kriminologi, surat- menyurat, etc.

Pajak berguna sebagai pemasukan negara. Pajak merupakan soft skill karena pada suatu pekerjaan terdapat pajak tertentu yang wajib dibayar.

 Hard Skill

Hard skill keterampilan teknis. Hard skill adalah keterampilan yang sifatnya terkonsentrasi, dan hanya segelintir orang yang paham akan wawasan ini, Selain itu keterampilan dari hard skill sangat fokus.

Bagaimana cara mengasahnya?

  1. Tulis hard skill-nya. Pilih hard skill yang ingin kamu coba atau dalami

  2. Buat perencaraan. Perencanaan pelatihan skill diperlukan agar tidak mengganggu kegiatan sehari-hari

  3. Asah skill-nya

  4. Ulangi!

Di era yang penuh dengan persaingan dan kompetisi ini, menjadi stand out di antara yang lain memang diperlukan. Salah satu caranya yaitu dengan mengembangkan soft skill dan hard skill ini, teman teman.

11 Mei 2022

Soft skill dan hard skill tidak berguna di dunia kerja? Ini penjelasannya

Soft skill dan hard skill tidak berguna di dunia kerja? Ini penjelasannya

 Dalam menghadapi dunia kerja yang semakin sulit ini, apakah teman-teman sudah tau apa saja hal yang diperlukan? Menurut cnd.global.ac.id. soft skill dan hard skill sangat berpengaruh bagi seseorang ketika terjun ke dunia kerja. Semakin bagus hard skill dan soft skill yang seseorang kuasai semakin tertarik perusahaan untuk merekrut. Ternyata sepenting itu ya hard skill dan soft skill untuk membangun kinerja kita di masa depan. “Tapi aku belum paham nih, hardskill dan softskill itu apa?” Tenang saja, Pagar Raya punya solusinya!


Melansir dari laman Skill Academy by Ruangguru, pengertian dari soft skill adalah atribut pribadi atau bisa juga disebut kemampuan interpersonal yang dibutuhkan dalam pekerjaan. Soft skill, lebih menunjukkan bagaimana cara kamu berinteraksi dengan orang lain. Sedangkan, hard skill itu sendiri yaitu adalah keterampilan atau pengetahuan khusus yang dibutuhkan untuk sebuah pekerjaan. Jadi, bedain ya guys antara soft skill sama hard skill karena dua hal itu saling berbeda. 


Setelah sobat Pagaria mengetahui betapa pentingnya hard skill dan soft skill dalam dunia kerja, terus gimana sih cara mengembangkan kedua hal tersebut? Mengembangkan soft skill dapat dilakukan diantaranya dengan memperbanyak interaksi dengan orang lain, aktif di organisasi serta forum forum sesuai dengan bidang yang kamu minati. Sementara meningkatkan hard skill, cara yang dapat dilakukan yaitu mempraktikkan hal yang kamu tekuni secara teratur, meminta kritik dan saran untuk perkembangan diri, mengikuti kursus, dan sebagainya. 


Udah? Gitu aja? Eitss tenang, teman-teman! Mempertimbangkan betapa pentingnya soft skill dan hard skill untuk masa depan, Pagar Raya berniat mengadakan event khusus yang pastinya berguna banget diikuti sobat Pagaria. Event apa hayoo?


Pemuda Gatra Aryaguna sedang memberikan edukasi dan sharing terhadap soft skill dan hard skill melalui webinar dengan mengusung tema “Start Introduction Level Skill: Improve Soft Skills and Hard Skills In The World Of Work For You Future!” yang dilaksanakan pada hari Sabtu, 14 Mei 2022 pukul 13.00 WIB-Selesai via Zoom meeting, GRATIS!!!!


Segera daftarkan diri kamu di sini

https://bit.ly/PendaftaranWebinarPagarRaya

CP : Friska Intan (08176780203)


7 Mar 2022

 Set Your Mindset! Set Your Career! Set Your Future

Set Your Mindset! Set Your Career! Set Your Future

Halo, Pagaria! Percayakah kalian apabila kesuksesan seseorang itu 80% adalah mindset, sedangkan sisanya dari skill yang dimiliki? Kalau seperti itu, berarti mindset punya peranan yang penting dalam perencanaan karir kita di masa depan, yaa. Sebenarnya, mindset tuh apa, sih?


Mindset adalah satu dari sekian banyak hal yang mempengaruhi kesuksesan seseorang, selain kerja keras, pengalaman, skill, network dan lain sebagainya. Hal itu karena mindset yang tepat dapat mempengaruhi kebiasaan dan tindakan kita dalam sehari-hari.


Apabila kita tidak memiliki mindset yang tepat dalam merancang karir di masa depan, tentu akan menyulitkan kita. Kita tidak akan mempunyai arah serta tujuan yang jelas, sehingga banyak dari kita akan langsung menyerah apabila dihadapkan dengan kegagalan. Kecuali jika kita memiliki growth mindset, yaa. Kita akan cenderung melihat kegagalan sebagai batu loncatan untuk mencapai kesuksesan, karena baginya kegagalan memang harus dihadapi agar dapat belajar dari kesalahan.


Sebenarnya, apa sih growth mindset itu? Simak penjelasan di bawah ini, yaaa!


Dilansir dari laman kompas.com, growth mindset adalah pola pikir yang dimiliki oleh seseorang yang menganggap bahwa kemampuan atau bakat yang dimilikinya hanya sebuah permulaan dan bisa dikembangkan dengan latihan dan kerja keras.Pemilik growth mindset akan selalu belajar demi mendapatkan banyak keterampilan baru yang akan membantunya mendapatkan kesuksesan dalam karir, sehingga mereka tidak akan takut dengan kegagalan. Karena baginya, kegagalan adalah hambatan menuju kesuksesan yang harus ditaklukkan.


Cara Membangun Growth Mindset

Lantas, bagaimana sih cara untuk membangun Growth Mindset?

  1. Aktif melakukan self improvement atau pengembangan diri

Biasanya, orang yang mengambangkan growth mindset memiliki keyakinan bahwa potensi yang ada di dalam dirinya bisa terus dikembangkan asalkan ada suatu usaha untuk mengembangkannya. Entah dengan upgrade keterampilan berkomunikasi, mengubah soft skill menjadi power skill, serta terus belajar. Oleh karena itu, mereka akan fokus fokus pada upaya untuk mengembangkan diri. 

  1. Mengenali diri sendiri dan memaksimalkan potensi yang ada

Orang yang membangun growth mindset, biasanya akan mencari tahu kelebihan yang mereka miliki dan berusaha terus berusaha untuk mengembangkannya. 

  1. Berani mengambil resiko untuk menghadapi tantangan

Kita tidak akan pernah tahu hasil dari suatu hal jika kita tidak berusaha mengambil kesempatan untuk melakukan hal tersebut. Fakta ini menunjukkan bahwa berani mengambil resiko untuk menghadapi setiap tantangan yang datang menjadi salah satu keterampilan yang ikut berkembang pada orang yang memiliki growth mindset.

  1. Jangan malu dengan kegagalan

Bagi pemilik growth mindset, kegagalan bukanlah akhir dari segalanya. Kalian boleh merasakan marah, kecewa, kesal dan sebagainya, tapi jangan lupa untuk bangkit, berusaha, dan berjuang kembali. Jadikanlah kegagalan yang kalian alami sebagai pembelajaran dan terus melangkah untuk mencapai kesuksesan.

  1. Menerima dan menghargai kritik serta masukan dari orang lain

Ada banyak hal yang bisa dipelajari ketika kita menerima kritikan yang membangun dengan lapang dada. Fokuslah pada kritik yang membangun dan dapat membantu kalian untuk mengembangkan kemampuan. Kritik tersebut kemudian kalian jadikan sebagai pacuan untuk menjadi lebih baik lagi di kemudian hari.


Sekarang kalian sudah tahu kan pentingnya memiliki mindset yang tepat untuk mencapai kesuksesan karir di masa depan.


Jadi, tunggu apa lagi? Terapkan growth mindset mulai saat ini juga!



Sumber:

https://www.gramedia.com/best-seller/growth-mindset/#2_Kegagalan_bukanlah_akhir 

https://www.qubisa.com/article/membentuk-growth-mindset#showContent 

28 Feb 2022

 Yuk, Kupas Tuntas Seputar Karir!

Yuk, Kupas Tuntas Seputar Karir!


Halo, Pagaria! Merencanakan sebuah karir untuk masa depan adalah salah satu hal yang penting, loh. Bahkan, kita sudah bisa merencanakan karir sejak dini. Eits, sebelum membahas lebih lanjut, kalian tahu nggak sih apa itu ‘karir’?

Karir adalah suatu rangkaian perilaku dan sikap yang berhubungan dengan pengalaman maupun aktivitas kerja selama rentang waktu pada kehidupan seorang individu serta merupakan rangkaian aktivitas kerja berkelanjutan. ‘Karir’ dan ‘pekerjaan’ itu sama apa beda, sih? Jawabannya beda yaa, Pagaria. Pekerjaan hanyalah alat atau sarana yang kita gunakan untuk mencapai apa yang kita kehendaki, mendapatkan uang secara rutin untuk memenuhi keinginan dan kebutuhan sehari-hari. Pekerjaan adalah kesempatan yang diberikan oleh perusahaan agar kamu berkembang secara pribadi dan profesional. Sedangkan karir adalah cita-cita, ambisi, dan tujuan hidup jangka panjang yang dimiliki seseorang dengan menekuni suatu bidang. Jadi, kedua istilah tersebut berbeda, meskipun terkesan memiliki makna yang sama.

Faktor Yang Dapat Mempengaruhi Perkembangan Karir

Nah, setelah kita mengetahui pengertiannya, karir juga memiliki faktor yang dapat mempengaruhi, loh. Apa aja, sih? Simak penjelasan di bawah ini, yaaa!

  1. Faktor Sosial

Faktor sosial terbagi menjadi dua, yaitu:

  1. Faktor Kelompok Primer
  • Jenis penghasilan dan pekerjaan yang dimiliki oleh orang tua.

  • Pendidikan yang dimiliki oleh orang tua.

  • Tempat tinggal dan keadaan lingkungan sekitarnya.

  • Jenis pekerjaan yang diinginkan oleh orang tua.

  • Nilai maupun norma yang dimiliki dan lain-lain.

  1. Faktor Kelompok Sekunder
Yang termasuk kelompok sekunder, seperti kelompok politik, ahli, serikat kerja, dan lain-lain.
  1. Faktor Individu

Adapun untuk faktor individu yang diantaranya, seperti kemampuan intelegensi, minat, bakat, kepribadian, sikap, nilai, hobi, dan lain-lain.

Hal-hal yang Perlu Dipersiapkan dalam Perencanaan Karir

Jadi, hal-hal apa saja sih yang harus dilakukan untuk mempersiapkan dan merencanakan karir? 

  1. Mulai Menyusun Visi Misi

Visi misi hidup merupakan pedoman dalam melangkah menuju masa depan yang akan kita rencanakan dan realisasikan dalam kurun waktu 5 sampai 10 tahun kedepan.

  1. Kenali Potensi Diri, Fokus Pada Kelebihan dan Perbaiki Kelemahan

Nah, mengenali potensi diri bisa dimulai dengan mencatat kelebihan-kelebihan apa saja yang ada pada diri, ya! Namun, kita juga perlu tahu kelemahan diri sehingga kita punya kesempatan untuk memperbaikinya. 

  1. Mengevaluasi diri

Terkadang perlu menengok ke belakang lalu mulai mengingat apa saja yang telah kita lakukan untuk mempersiapkan karirmu kedepan. Jika di masa lalu kita adalah orang yang malas dan tidak pernah serius pada hidup, maka kita perlu mengubahnya.

  1. Cari Informasi Tentang Peluang Karir Masa Kini

Wah, ternyata memperbaharui pengetahuan informasi mengenai peluang karir masa kini itu penting, loh! Ya, karena kita bisa memprediksi serta mempertimbangkan profesi atau jabatan apa yang sekiranya tengah ramai dan prospek karirnya juga bagus.

  1. Merancang Career Path dan Merealisasikannya Secara Konsisten

Merancang career path maksudnya adalah mulai memetakan strategi yang bisa kita lakukan untuk meraih profesi yang kita inginkan. Selain itu, kita harus konsisten dan tidak mudah goyah ketika mendapatkan permasalahan saat sedang berusaha meraih profesi yang kamu inginkan.



Personal Branding Membantu Meningkatkan Karir Masa Depan

Salah satu cara yang dapat kita lakukan untuk meningkatkan karir adalah dengan membangun personal branding. Namun, sebelum kita membahas mengenai cara personal branding membantu meningkatkan karir, kita harus mengetahui terlebih dahulu apa pengertian dari personal branding itu sendiri. Jadi, personal branding merupakan strategi untuk membentuk citra diri di mata publik, baik dilihat dari segi kemampuan maupun pencapaian yang telah dimiliki. 


Berikut adalah hal yang bisa kalian lakukan untuk membangun personal branding.

  • Tentukan tujuan

Maksud dari menentukan tujuan disini adalah menentukan seperti apa kita ingin dikenali. Apakah sebagai public speaker, penyanyi, pelukis, atau tokoh lain tergantung  keterampilan dan kompetensi yang dimiliki

  • Lakukan penelitian

Penelitian dapat dilakukan dengan melihat apa yang orang orang sukses dalam bidangnya lakukan. Hasil penelitian tersebut dapat kita jadikan inspirasi dalam membangun personal branding kita sendiri

  • Tentukan atribut

Atribut yang dimaksud bukan selalu mengenai baju, jam tangan, dan sebagainya. Lebih dari itu, atribut disini dapat berarti sesuatu yang melekat pada diri kita, contohnya adalah kesan orang lain. Tentukan bagaimana kita ingin dinilai oleh orang lain.

  • Jujur terhadap kondisi

Meskipun sebelumnya kita membahas mengenai bagaimana membuat diri kita sesuai dengan kesan yang ingin kita berikan, jangan sampai hal tersebut melepaskan dari kondisi kita saat ini. Jangan paksakan untuk mengubah sesuatu jika memang itu tidak bisa diubah.

  • Tunjukkan dirimu

Nah, setelah melakukan seluruh step di atas, sudah saatnya menunjukkan siapa diri kita kepada orang lain. Langkah kecil yang dapat kita lakukan untuk memulai adalah dengan mengekspresikan diri melalui sosial media. Melalui media sosial, kita dapat "menjual" kemampuan yang dimiliki secara terus-menerus demi karir yang gemilang. Kuncinya hanyalah, fokus akan apa yang kalian kerjakan dan tetap konsisten.


Nah, setelah kita kupas tuntas mengenai karir mulai dari pengertian, faktor, hal yang perlu dipersiapkan, hingga personal branding yang dapat membantu peningkatan karir, diharapkan teman teman menjadi lebih paham mengenai karir dan semakin siap untuk melangkah demi perkembangan karir di masa depan. Tanpa kita sadari, mulai dari langkah kecil seperti menunjukkan diri di sosial media sudah dapat membantu perkembangan karir kita, lohh.



Sumber

 https://www.kompasiana.com/abdau/5714b816147f617b093c2d77/perencanaan-karier-sejak-dini-penting-bagi-anak 


Rohmawati, N. 2019. Kemandirian Siswa dalam Merencanakan Karir Ditinjau dari Persepsi Siswa Tentang Pelaksanaan Layanan Bimbingan Karir. Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application, 8(2): 67-73. 


https://www.gurupendidikan.co.id/pengertian-karir/

https://www.nucareer.id/article/detail/pekerjaan-vs-karir-emang-apa-bedanya#:~:text=Menurutnya%2C%20pekerjaan%20adalah%20sesuatu%20yang,adalah%20apa%20yang%20kita%20miliki.&text=Karir%20adalah%20cita%2Dcita%2C%20ambisi,cuma%20salah%20satu%20proses%20aja.

https://pakdosen.co.id/karir-adalah/

https://glints.com/id/lowongan/personal-branding-adalah/